Assalamualaikum...
Bismillah...
Hari ini aku sedang hotspot di Tisera pake laptop Lenovo q. Berhubung internet belum juga dipasang di kosanku, aku hanya bisa mengandalkan fasilitas gratis di luar kosan. Padahal bagi ku lebih enak di kosan sendiri ngenetnya, gak perlu bawa-bawa laptop kemana-mana ampe pundak pegal dan meriang2.
Nah, pada pembahasan kali saya ingin bercerita soal pengalaman saya berinternet, atau lebih tepatnya chatting.
Ini bukan sembarang chatting.
Banyak teman saya chatting ama teman Indonesia nya mulu, bahkan yang satu universitas dan satu jurusan. Jarang kulihat teman-temanku chatting ama orang2 yang baru mereka kenal lewat internet, atau chatting dengan orang luar negeri.
Nah, untuk chatting dengan orang luar negeri aku sudah melakukannya. Aku sekarang sedang aktif chatting ama teman luar negeri ku yang bernama Heather Thompson, seorang mahasiswi geologi di Billingham, Washington Area, USA, yang sudah bersuami dan beranak.
Dia seorang geek geology, atau penggila geologi. Tapi sayangnya kayaknya dia atheis.
Dosen ku pernah cerita sama aku. Kalau geologist2 di barat banyak yang atheis karena mereka pikir dengan ilmu geologi mereka bisa tahu tentang bumi ini lebih banyak dari manusia lainnya. Mungkin kalau mereka mempelajari islam mereka bakal sadar, kalau di Al-Quran banyak juga ditemukan petunjuk2 geologi.
Seorang temanku ini, walau kami seringnya chatting lewat facebook, adalah geologist yang bergerak di bidang Mitigasi Bencana Alam. Dia tertarik dengan gempa, erupsi gunungapi, dan tsunami. Dia tertarik dengan geologi Indonesia.
Berkat komunikasi ku dengan dia wawasanku tentang geologi luar negeri jadi bertambah. Dia menceritakan dikit tentang geologi di daerah dia. Tentang daerahnya yang didominasi batupasir dan batuan beku Basalt. Katanya batuan beku Basalt di daerah dia berasal dari Fissure Volcano. Dia juga cerita tentang Gunungapi St Helen di daerah dia yang terkenal.
Demikian bermanfaat banget chatting ama orang luar negeri. Kebanyakan orang-orang kita jarang atau malah enggan chatting ama orang luar negeri karena;
1. Gak mahir bahasa inggris.
2. Takut.
3. Malas.
Kadang butuh langkah awal untuk bisa memulai keajaiban. Aku juga gak mahir bahasa inggris, tapi aku belajar dari chatting ini. Dia juga paham dengan keadaanku.
Takut dan malas, adalah sumber kegagalan. Karena dengan takut dan malas, langkah awal takkan tercipta.
So, bagi yang membaca blog ku, mari kita cari teman sebanyak2nya dari luar negeri, karena dunia ini begitu luas. Jangan sampai hidup kita dihabiskan untuk mengenal sedikit hal, karena Allah menciptakan dunia yang berbeda2 untuk bisa kita telusuri dan kita kenali.
Bismillah...
Hari ini aku sedang hotspot di Tisera pake laptop Lenovo q. Berhubung internet belum juga dipasang di kosanku, aku hanya bisa mengandalkan fasilitas gratis di luar kosan. Padahal bagi ku lebih enak di kosan sendiri ngenetnya, gak perlu bawa-bawa laptop kemana-mana ampe pundak pegal dan meriang2.
Nah, pada pembahasan kali saya ingin bercerita soal pengalaman saya berinternet, atau lebih tepatnya chatting.
Ini bukan sembarang chatting.
Banyak teman saya chatting ama teman Indonesia nya mulu, bahkan yang satu universitas dan satu jurusan. Jarang kulihat teman-temanku chatting ama orang2 yang baru mereka kenal lewat internet, atau chatting dengan orang luar negeri.
Nah, untuk chatting dengan orang luar negeri aku sudah melakukannya. Aku sekarang sedang aktif chatting ama teman luar negeri ku yang bernama Heather Thompson, seorang mahasiswi geologi di Billingham, Washington Area, USA, yang sudah bersuami dan beranak.
Dia seorang geek geology, atau penggila geologi. Tapi sayangnya kayaknya dia atheis.
Dosen ku pernah cerita sama aku. Kalau geologist2 di barat banyak yang atheis karena mereka pikir dengan ilmu geologi mereka bisa tahu tentang bumi ini lebih banyak dari manusia lainnya. Mungkin kalau mereka mempelajari islam mereka bakal sadar, kalau di Al-Quran banyak juga ditemukan petunjuk2 geologi.
Seorang temanku ini, walau kami seringnya chatting lewat facebook, adalah geologist yang bergerak di bidang Mitigasi Bencana Alam. Dia tertarik dengan gempa, erupsi gunungapi, dan tsunami. Dia tertarik dengan geologi Indonesia.
Berkat komunikasi ku dengan dia wawasanku tentang geologi luar negeri jadi bertambah. Dia menceritakan dikit tentang geologi di daerah dia. Tentang daerahnya yang didominasi batupasir dan batuan beku Basalt. Katanya batuan beku Basalt di daerah dia berasal dari Fissure Volcano. Dia juga cerita tentang Gunungapi St Helen di daerah dia yang terkenal.
Demikian bermanfaat banget chatting ama orang luar negeri. Kebanyakan orang-orang kita jarang atau malah enggan chatting ama orang luar negeri karena;
1. Gak mahir bahasa inggris.
2. Takut.
3. Malas.
Kadang butuh langkah awal untuk bisa memulai keajaiban. Aku juga gak mahir bahasa inggris, tapi aku belajar dari chatting ini. Dia juga paham dengan keadaanku.
Takut dan malas, adalah sumber kegagalan. Karena dengan takut dan malas, langkah awal takkan tercipta.
So, bagi yang membaca blog ku, mari kita cari teman sebanyak2nya dari luar negeri, karena dunia ini begitu luas. Jangan sampai hidup kita dihabiskan untuk mengenal sedikit hal, karena Allah menciptakan dunia yang berbeda2 untuk bisa kita telusuri dan kita kenali.